Biak Munara Wampasi (BMW), diselenggarakan setiap tahun sejak 2013, festival yang menyuguhkan banyak acara dan kegiatan ini diselenggarakan pada 1-4 Juli 2018. Penyelenggara festival adalah Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, yang sepenuhnya didukung oleh Kementerian Pariwisata. Tujuan penyelenggaraan festival adalah untuk mempromosikan pariwisata di Kabupaten Biak.

          BMW 2018 yang digelar di Biak Numfor, menampilkan kegiatan Snap Mor. Atraksi ini merupakan sebuah tradisi dari masyarakat Biak yang telah dilakukan turun-temurun, yakni menangkap ikan di air laut surut/mati. Acara ini biasanya sangat meriah karena melibatkan sejumlah warga setempat. Tentu saja ini adalah upaya untuk melestarikan warisan budaya Biak.

          Selain itu ada pula Biak 10K International. Lomba lari yang menyodorkan jalur yang cukup menantang. Dan masih banyak suguhan acara menarik lainnya, seperti perjalanan kapal pesiar ke obyek wisata, pameran anggrek dan budaya, hiburan band, kesenian dan tari khas Biak, lomba internasional foto bawah laut, seminar dan pelatihan fotografi.

          Yang menarik lagi adalah atraksi tradisional Apen Beyeren, yakni berjalan di atas batu yang dibakar pada acara “barapen” (bakar batu). Konon, tradisi yang terasa ekstrem ini bermula ketika nenek moyang orang Biak mempersiapkan barapen untuk ritual memasak bersama warga sekampung untuk keperluan pesta adat. Karena luasnya area barapen, mereka sulit mengambil batu yang sudah dibakar yang terletak di tengah-tengah. Maka, para leluhur pada saat itu memperkenalkan daun Sindia, untuk dioleskan di kaki sehingga kaki tak terasa panas dan tak melepuh saat berjalan di atas batu yang sangat panas. Begitulah, konon, awal mula tradisi Apen Beyeren.